Geotermal ITB dan BRIN Inisiasi Kerja Sama Pengembangan Riset dan Beasiswa Berbasis Riset
Bandung, 18 Juni 2026 – Program Studi Magister Teknik Geotermal ITB melakukan pertemuan kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berlangsung di Kantor BRIN Cisitu Baru. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan riset, pendidikan, serta kaderisasi talenta geotermal secara berkelanjutan antara BRIN dan Geotermal ITB.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan BRIN, Riostantieka, Ph.D., serta tim dari Geotermal ITB yang terdiri dari Heru Berian Pratama, Ph.D., Dr. Eng. Suryantini, Prof. Hendra Grandis, Fauziah Maswah, S.Si., M.T., Dinda Permatasari, S.Si., M.T., dan Taufiq Rachman.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas penyusunan kerja sama melalui skema Memorandum of Agreement (MoA) antara FTTM ITB dan BRIN, yang diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan talenta riset dan inovasi di bidang geotermal. Bentuk kerja sama yang direncanakan mencakup program BARISTA (Bantuan Riset Talenta Riset dan Inovasi) dan DBR (Degree by Research).
Kolaborasi yang dirancang meliputi joint supervision, dukungan beasiswa pendidikan S2 dan S3, sponsorship kegiatan akademik, serta penelitian bersama. Topik riset yang menjadi fokus utama antara lain hidrogeokimia, radon, direct use geothermal, dan geomedis, dengan topik penelitian tetap terbuka selama sesuai dengan bidang geotermal serta mendapat pendampingan bersama dari BRIN dan ITB.
Melalui skema BARISTA, mahasiswa yang sedang menyelesaikan penelitian skripsi, tesis, atau disertasi berkesempatan mendapatkan dukungan berupa bantuan UKT maksimal selama dua semester.
Sementara itu, program Degree by Research (DBR) merupakan program pendidikan penuh jenjang S2/S3 berbasis riset dengan BRIN sebagai mitra penelitian dan pembimbing pendamping. Program ini memiliki kuota sekitar 3–4 mahasiswa per tahun untuk jalur reguler.
Selain program pendidikan dan riset, BRIN juga membuka peluang lain seperti program Postdoctoral Research dan Visiting Professor bagi peneliti dalam maupun luar negeri.
Dalam pelaksanaan kerja sama ini, mahasiswa tetap harus memenuhi standar akademik ITB dan memperoleh Letter of Acceptance (LoA) sebelum mengikuti program. Mahasiswa peserta juga diharapkan mempresentasikan hasil penelitian pada forum ilmiah seperti ITB International Geothermal Workshop (IIGW) dan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE).
Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara BRIN dan Geotermal ITB untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas riset, serta inovasi di bidang energi panas bumi dan energi berkelanjutan di Indonesia.
