Enter your keyword

Kunjungan Zagy Berian, Penasihat Muda Sekjen PBB, ke Prodi Geotermal ITB

Kunjungan Zagy Berian, Penasihat Muda Sekjen PBB, ke Prodi Geotermal ITB

Sektor energi panas bumi terus berkembang seiring meningkatnya perhatian global terhadap energi terbarukan. Meskipun kontribusinya saat ini masih lebih kecil dibandingkan PLTS atau PLTA, kebutuhan tenaga kerja di industri panas bumi menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Secara global, pada tahun 2022 tercatat lebih dari 152.000 pekerjaan berasal dari industri panas bumi. Di Indonesia, kapasitas PLTP ditargetkan mencapai 2.743 MW pada tahun 2025, dengan kebutuhan tambahan tenaga kerja hingga 10.256 orang hingga tahun 2029.

Pada setiap tahap pengembangan proyek—mulai dari start-up, eksplorasi, pengeboran & konstruksi, hingga operasi PLTP—diperlukan keahlian multidisiplin seperti geologi, geofisika, teknik reservoir, teknik lingkungan, hukum, sosial, hingga manajemen. Rata-rata satu proyek PLTP memerlukan 33 tenaga kerja, dengan porsi terbesar pada tahap konstruksi.

Seiring berkembangnya teknologi panas bumi, kebutuhan tenaga ahli semakin spesifik, terutama dalam pengoperasian dan pemeliharaan sistem pembangkit yang kian canggih. Hal ini membuka peluang besar bagi talenta muda Indonesia untuk berkontribusi pada sektor energi bersih, khususnya di wilayah yang kaya akan potensi geothermal.

📘 Sumber data: Buku “Komunikasi Publik Panas Bumi” – Kementerian ESDM & Society of Renewable Energy (2024)